Sastra juga butuh keindahan, ya .. bukan leyeh-leyeh terus dengan bangga mengatas namakan sastra ke setiap tulisan yang sudah ada.
Jangan sok sok sastrawan kalau anda masih binatang purba, masih pra-sejarah, atau masih di paleolitikum.
Bukannya saya angkuh, tapi memang saya pongah kalau soal sastra. Maklum, orang Sumatera.
Saya sih bukan sastrawan, tapi demi nama Tuhan kita yang sama .. bahasa anda itu bukan bahasa Indonesia yang baik.
Kata siapa sastra harus menggunakan bahasa yang benar? loh, BAIK toh ya .. benar atau salah saya gak pernah sadar. Toh saya pas-pas-an.